"Masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang"

Jumat, 15 April 2011

SEJARAH PELAYANAN LUKA-LUKA BATIN

Bachtiar Sihombing

SEJARAH PELAYANAN LUKA-LUKA BATIN
(Penulis: Bachtiar Sihombing)

Timbulnya istilah luka-luka batin dipelopori oleh Agnes Sanford dan Morton Kesley dengan metode inner healing[111] yang diterapkan dalam pelayanan penyembuhan luka-luka batin.  Adapun awal ketertarikan Agnes Sanford untuk melakukan praktek penyembuhan batin adalah sejak ia mengalami kesembuhan dari depresi berat.  Ia menerima ajaran Carl Jung (1875-1961) mengenai “imajinasi aktif dan “bawah sadar kolektif,” yaitu pandangan yang menyatakan bahwa seseorang dapat masuk ke dalam realita roh (dunia misteri spiritisme dan bawah sadar kolektif) melalui imajinasinya yang aktif.  Konsep ini sebenarnya merupakan konsep reinkarnasi dalam Zen Budhisme.[112]  Oleh karena itu, Agnes Sanford mengaitkan  pandangan Carl Jung ini dengan pandangan inkarnasi Yesus Kristus, yaitu menyatakan bahwa Yesus masuk melalui inkarnasi ke dalam bawah sadar manusia atau ke dalam batin yang terdalam sehingga setiap orang mengalami kesembuhan.[113] 
Morton Kesley juga menganut pemahaman Carl Jung, dalam hal anima dan animus,[114] yang menyatakan bahwa baik-jahat, setan-malaikat, dan roh baik-jahat adalah pola dasar (arkitipe) jiwa manusia sehingga ilmu sihir, pengusiran setan dan berbagai bentuk perdukunan sebenarnya tidak jahat dapat dianggap sah selama kegiatan tersebut digunakan untuk kebaikan.[115]
Sebenarnya pemikiran Carl Jung mengenai imajinasi aktif, bawah sadar kolektif dan anima-animus merupakan pengembangan dari pemikiran gurunya, yaitu Sigmund Freud (1856-1939), yang menyelidiki tentang pengaruh masa kecil yang tersembunyi dalam alam tak sadar.  Akan tetapi, Carl Jung mengembangkan ajaran Sigmund Freud dengan menerapkan konsep meditasi mistik reinkarnasi Zen Budhisme.  Pemahaman Carl Jung inilah yang dikembangkan dalam metode inner healing oleh: Agnes Sanford dan Morton Kesley, John dan Paula Sanford,[116] Ruth Carter Stapleton,[117] Andreas Samudra dan Esther Caroline[118].
Pemaparan sejarah di atas membuktikan bahwa pada awalnya pelayanan kesembuhan luka-luka batin dengan metode inner healing di kalangan Kristen dipengaruhi dengan praktek-praktek mistik.  Oleh karena itu, di kemudian hari timbullah tokoh-tokoh kristiani yang melakukan pelayanan inner healing yang berusaha untuk memperbaiki pemahaman dan penerapan yang sesuai dengan kebenaran Alkitab, misalnya  Mike Flynn dan Doug Gregg[119] sedangkan di Indonesia adalah Agnes Maria Layantara.
Seiring dengan berkembangnya pelayanan luka-luka batin maka saat ini ada dua metode yang digunakan.  Pertama, metode inner healing yang mengacu peranan imajinasi untuk menyembuhkan peristiwa-peristiwa masa lalu yang menyakitkan (seperti yang telah dipaparkan di atas).  Kedua, metode truth confrontation (konfrontasi kebenaran), yaitu metode pembimbingan orang-orang yang mengalami luka-luka batin untuk memahami dan mengalami kesembuhan berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Sebelum menanamkan konsep-konsep Alkitabiah maka orang tersebut haruslah terlebih dahulu menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan Konselor Agung.
            Adapun metode pelayanan kesembuhan luka-luka batin yang dibahas dalam skripsi ini adalah metode truth confrontation.  Oleh karena itu, berdasarkan metode truth confrontation maka ada empat kebenaran Alkitab yang harus dimengerti oleh orang-orang yang terluka batinnya untuk bisa selalu mengalami kesembuhan dan kemenangan atas adanya luka-luka batin.  Pertama, dosa asal dan pengaruhnya dalam hidup manusia.  Kedua, kasih karunia Tuhan.  Ketiga, pengampunan.  Keempat, rekonsiliasi atau pendamaian dan pemulihan.  Akan tetapi, sebelumnya akan dipaparkan terlebih dahulu mengenai istilah-istilah yang digunakan oleh Alkitab yang berkenaan dengan luka-luka batin.  Akan tetapi, sebelum melangkah kepada keempat kebenaran firman Tuhan itu maka terlebih dahulu dijelaskan mengenai istilah-istilah Alkitab untuk menjelaskan tentang luka-luka batin.


[111]Inner healing merupakan metode penyembuhan jiwa yang terluka karena peristiwa yang menyakitkan.  Lih. Layantara, Luka Batin 59-89.
[112]Pandangan Carl Jung ini dibahas secara luas dalam bukunya yang berjudul Aion. Researches into the Phenomenology of the Self (terj. Agus Clemers; Jakarta: Gramedia, 1987) 6-7.
[113]P.D Hocken, Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements (ed. M. Burgess and Gary McGee; Grand Rapids: Zondervan, 1989) 767.
[114]Anima adalah penjelmaan sifat wanita dalam rupa manusia, sifat wanita yang terdapat dalam ketaksadaran laki-laki.  Animus adalah penjelmaan sifat laki-laki dalam rupa manusia, sifat laki-laki yang terdapat dalam ketaksadaran wanita.  Anima dan animus ini berfungsi sebagai jembatan atau pintu masuk menuju bayangan ketaksadaran kolektif (C.G. Jung, Aion. Researches into 138-139).
[115]Morton Kesley, The Christian and The Supernatural (Minneapolis: Augsburg, 1976) 103-123.
[116]Pemikiran dari John dan Paula Sanford ini dijelaskan dalam bukunya yang berjudul The Tranfsormation of Inner Man (Tulsa: Victory, 1982).
[117]Ruth Carter Stalepton mengembangkan inner healing dengan konsep faith imagination, yaitu konsep yang menyatakan bahwa seseorang dapat menghapus memori-memori yang lama atau negatif dan merekonstruksinya dengan memori-memori yang baru atau positif (The Experience of Inner Healing [Texas: Word, 1977] 10).
[118]Kedua tokoh ini yang mengembangkan metode inner healing di Indonesia dan menulis buku Inner Healing: Revival Total (Bandung: Ministry, 1987).
[119]Flynn dan Gregg, menyatakan prinsipnya dalam bukunya A Handbook for Helping 15-22.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; kota benteng kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.